Sunday, November 12, 2006
Maaap-Dimaapkaan
Wel, ada sebuah kata-kata yang cukup bagus untuk dihayati : Membuka maaf, melebur dosa. Klo ngomongin tentang maaf memaafkan, kira-kira siapa yang akan kita ( saya, aku kamu, dan orang yang berada disamping anda ketika anda membaca blog ini) maafkan dan kita lebur dosa-dosanya.
Yang pertama kali terbesit dalam pikiran aku adalah aku akan memaafkan kesalahan semua orang yang berhubungan, pernah dekat, dan mempunyai pertalian ama aku. Standart ya, tapi dalem lho. Aku juga akan memberikan maaf kepada semua orang yang pernah pengen jadi pacarku, seluruh janda-jandaku dan tidak ketinggalan orang mabok yang ngirain aku orang mabok trus diprok pake gitar.
Aku ingat kejadian yang pernah aku alamin kira-kira setengah tahun yang lalu. Ketika aku sedang menjalani profesiku sebagai pelajar bejat ipa 7 , terbesit hasrat untuk ikutan buat novel, teenlit gilu lah. Meski aku gak pernah utak-atik dunia perteenlittan di tanah air dan tanah api, tapi karena namanya cukup keren,’teenlit’ aku jadi pengin bikin.
Bermodalkan pengetahuanku akan sastra, mulai dari Dian Sastra, Ali Sastra, hingga Bangun Hardono ( lho……sapa lagi ini) aku memberanikan diri untuk menulis sebuah teenlit berjudul Sakura Malam, tapi karena aku nggak tahu gimana aku mesti buat, jadi proyek yang bernilai lebih dari 5 (lima) ribu, yang dananya diambilkan dari dana APBD kota semut itu resmi berhenti.
Kemudian setelah aku tambah pinter dikit, yah karena guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Semarang yang cukup gokil yang berinisial IT, spd mengajarkan bagaimana membuat tulisan yang cukup keren untuk dibaca dan dapat memberikan profit. Maka itulah proyek dimulai lagi. Karena aku orang yang terkenal cukup maruk di kelasnya, aku tidak saja bikin satu, tapi langsung tiga. Dan ketiganya berjalan cukup lancar.
Novel yang pertama, menceritakan tentang seorang manusia yang sempurna bernama Putra yang ingin mendapatkan cinta seorang perempuan yang berinisial MCR, inisial yang sama dengan my chemical romance. Diilhami dari ilham jayekusuma dan diilhami dari kisah nyata pengarangnya sendiri, novel ini memberikan pesan jangan pernah menyerah dengan yang namanya situasi, serta mengajarkan kita bagaimana cara belajar akutansi dengan baik dan benar pada kelas yang diajar oleh guru akuitansi yang cantik.
Ini novel yang kedua, dah kelar berisi 121 halaman berjudul : Tiga jari tengah, menurut penelitian pakar, novel ini dapat digolongkan menjadi teenlit.; ini bercerita tentang 3 sekawan yang mempunyai obsesi dengan apa yang namanya cita, citra, cinta. Dion, Aldo, dan Ganef adalah nama tokohnya. Dion sibuk mengejar cinta, mulai dari susi, ratih, celi Smansa, pokoknya Dion harus punya pacar, tidak boleh tidak. Aldo adalah penyuka citra, maksudnya pengen dihormati, pengen punya jabatan, Aldo gak mau sekolah klo tahun depan dia bukan ketua osis. Klo ganef suka uang. Dia mau kerja apa aja asal profitable. Dari bikin distro, jual cd, jual tiket, jadi wartawan, hingga ikut MLM. Pada suatu hari mereka bertiga bosen dengan obsesinya, dan mereka sepakat tukeran obsesinya, mau tahu serunya ? ikuti petualangannya setelah pesan-pesan dari orang tua.
Yang ketiga gak jelas. Aku pengen bikin novel macan ca bau kan gitu, pertamanya sich ceritanya ada koh cina jualan senjata ke pejuang, trus ditangkep dan dipenjara. Dipenjara dia liat wanita baju coklat terus suka. Tp setelah beberapa waktu malah ceritanya bergeser ke cerita keraton dan mahkluk halus, karena sebelum sampai ke penjara doi terbunuh.
Dan ketiganya tidak bisa aku tampikan ke hadapan anda sekalian karena seseatu yang amat jahat. Ya, ia bernama Trojan Horse yang masuk ke dalam komputerku hingga memaksa hard disknya di format ulang.
Sejak saat itu aku tidak ingin berkarya kembali. Klo aq masuk kamar dan liat komputerku yang diam disana, aku jadi pengen nangis gitu. Hingga pada suatu saat aku ingin memberikan komputerku kepada kakakku aja dan mundur dari dunia perkomputeran satwa.
Dan aku terus membenci orang yang membuat virus itu, saking ekstrimnya, aku juga pernah konsultasi kepada seorang paranormal untuk meng”aman”kan orang itu, tapi karena pembuat virus itu tidak kukenal dan aku tidak pernah berinteraksi dengannya paranormal tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya berdoa kepada Tuhan agar orang tersebut dihilangkan kemaluannya beserta telurnya pada saat malam pertamanya (amin)
Kemarin, aku teringat hal tersebt dan hanya tersenyum manis. Yah, relakan saja, pelajaran dari Tuhan tentang bab narima. Relakan saja dan sabar. Tuhan itu adil dan juga tidak pernah tidur, tuhan tahu apa yang diperbuat ummatNya di bumi. Dan keikhlasnku semoga menjadi lantaran bagi mereka yang salah agar tidak lagi berjalan di jalan yang salah…………………………….
Yang pertama kali terbesit dalam pikiran aku adalah aku akan memaafkan kesalahan semua orang yang berhubungan, pernah dekat, dan mempunyai pertalian ama aku. Standart ya, tapi dalem lho. Aku juga akan memberikan maaf kepada semua orang yang pernah pengen jadi pacarku, seluruh janda-jandaku dan tidak ketinggalan orang mabok yang ngirain aku orang mabok trus diprok pake gitar.
Aku ingat kejadian yang pernah aku alamin kira-kira setengah tahun yang lalu. Ketika aku sedang menjalani profesiku sebagai pelajar bejat ipa 7 , terbesit hasrat untuk ikutan buat novel, teenlit gilu lah. Meski aku gak pernah utak-atik dunia perteenlittan di tanah air dan tanah api, tapi karena namanya cukup keren,’teenlit’ aku jadi pengin bikin.
Bermodalkan pengetahuanku akan sastra, mulai dari Dian Sastra, Ali Sastra, hingga Bangun Hardono ( lho……sapa lagi ini) aku memberanikan diri untuk menulis sebuah teenlit berjudul Sakura Malam, tapi karena aku nggak tahu gimana aku mesti buat, jadi proyek yang bernilai lebih dari 5 (lima) ribu, yang dananya diambilkan dari dana APBD kota semut itu resmi berhenti.
Kemudian setelah aku tambah pinter dikit, yah karena guru Bahasa Indonesia di SMA N 1 Semarang yang cukup gokil yang berinisial IT, spd mengajarkan bagaimana membuat tulisan yang cukup keren untuk dibaca dan dapat memberikan profit. Maka itulah proyek dimulai lagi. Karena aku orang yang terkenal cukup maruk di kelasnya, aku tidak saja bikin satu, tapi langsung tiga. Dan ketiganya berjalan cukup lancar.
Novel yang pertama, menceritakan tentang seorang manusia yang sempurna bernama Putra yang ingin mendapatkan cinta seorang perempuan yang berinisial MCR, inisial yang sama dengan my chemical romance. Diilhami dari ilham jayekusuma dan diilhami dari kisah nyata pengarangnya sendiri, novel ini memberikan pesan jangan pernah menyerah dengan yang namanya situasi, serta mengajarkan kita bagaimana cara belajar akutansi dengan baik dan benar pada kelas yang diajar oleh guru akuitansi yang cantik.
Ini novel yang kedua, dah kelar berisi 121 halaman berjudul : Tiga jari tengah, menurut penelitian pakar, novel ini dapat digolongkan menjadi teenlit.; ini bercerita tentang 3 sekawan yang mempunyai obsesi dengan apa yang namanya cita, citra, cinta. Dion, Aldo, dan Ganef adalah nama tokohnya. Dion sibuk mengejar cinta, mulai dari susi, ratih, celi Smansa, pokoknya Dion harus punya pacar, tidak boleh tidak. Aldo adalah penyuka citra, maksudnya pengen dihormati, pengen punya jabatan, Aldo gak mau sekolah klo tahun depan dia bukan ketua osis. Klo ganef suka uang. Dia mau kerja apa aja asal profitable. Dari bikin distro, jual cd, jual tiket, jadi wartawan, hingga ikut MLM. Pada suatu hari mereka bertiga bosen dengan obsesinya, dan mereka sepakat tukeran obsesinya, mau tahu serunya ? ikuti petualangannya setelah pesan-pesan dari orang tua.
Yang ketiga gak jelas. Aku pengen bikin novel macan ca bau kan gitu, pertamanya sich ceritanya ada koh cina jualan senjata ke pejuang, trus ditangkep dan dipenjara. Dipenjara dia liat wanita baju coklat terus suka. Tp setelah beberapa waktu malah ceritanya bergeser ke cerita keraton dan mahkluk halus, karena sebelum sampai ke penjara doi terbunuh.
Dan ketiganya tidak bisa aku tampikan ke hadapan anda sekalian karena seseatu yang amat jahat. Ya, ia bernama Trojan Horse yang masuk ke dalam komputerku hingga memaksa hard disknya di format ulang.
Sejak saat itu aku tidak ingin berkarya kembali. Klo aq masuk kamar dan liat komputerku yang diam disana, aku jadi pengen nangis gitu. Hingga pada suatu saat aku ingin memberikan komputerku kepada kakakku aja dan mundur dari dunia perkomputeran satwa.
Dan aku terus membenci orang yang membuat virus itu, saking ekstrimnya, aku juga pernah konsultasi kepada seorang paranormal untuk meng”aman”kan orang itu, tapi karena pembuat virus itu tidak kukenal dan aku tidak pernah berinteraksi dengannya paranormal tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya berdoa kepada Tuhan agar orang tersebut dihilangkan kemaluannya beserta telurnya pada saat malam pertamanya (amin)
Kemarin, aku teringat hal tersebt dan hanya tersenyum manis. Yah, relakan saja, pelajaran dari Tuhan tentang bab narima. Relakan saja dan sabar. Tuhan itu adil dan juga tidak pernah tidur, tuhan tahu apa yang diperbuat ummatNya di bumi. Dan keikhlasnku semoga menjadi lantaran bagi mereka yang salah agar tidak lagi berjalan di jalan yang salah…………………………….
