Tuesday, August 01, 2006

 

I saw YOUR face

Terima kasih buat MaduKU yang paling cantik karena telah mau menghabiskan sisa malam minggunya bersamaku di bibir pantai laut jawa bersamaku hingga sang fajar menjemput. Kamu masih tetap bisa memegangku dan juga bisa memelukku pelan pelan. Desah nafasku masih dapat terdengar hingga kejauhan. Dan seperti biasa, ketika seorang lelaki bersiap untuk mengingatkan umatnya untuk menyembah Tuhannya dengan cara melagukan alunan Adzan yang sendu itu, kamu membangunkanku untuk juga menyembahNya. Dan aku juga akan masih terus berkata.” Kudengar Detak jantungku”.




Tadi malam, muka laut jawa cukup indah, dengan dipadu lampu-lampu kapal yang bersandar pada dermaga yang cukup hijau. Kau memegang tanganku dan memandangi langit yang kurasa tidak akan pernah mendengar. Aku mengucapkan beberapa kata yang menggambarkan tentang betapa aku kurang menyukai kelas baruku, namun aku akan berusaha menyukuainya pelan-pelan. Dan kau hanya tersenyum manis dan berkata “ kau akan suka sebentar lagi. Hanya sebentar lagi.”
Dan aku terus meminum sekaleng soda sambil bersandar pada pundaknya, dia meminum sodanya pelan-pelan, namun tidak habis. Dia kedinginan namun dia menahanya. Raandritha memang begitu. Dia tidak suka orang lain melihat kelemahannya. Dan sebagai seorang Aku, aku memberikan jaket warna hitamku kepadaya. Jaket hitam beraksen merah yang kudapat dari kelasku dulu.

Comments:
Semuanya itu mungkin terjadi put, dan aku nggak mau hal itu terjadi sama orang lain..........
 
Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?